PANDANSARI– Kepala Desa Pandansari, Ridi Menjadi salah satu narasumber dalam acara Sosialisasi Pengembangan DRPPA bersama dengan Kepala Bidang PPPA Provinsi Jawa Tengah dan Kepala Dinpermasdes Kab. Purbalingga, Kamis (20/10) di Pendopo Dipokusumo Purbalingga.

Ridi menjadi salah satu kepala desa dari 2 Kades yang di tunjuk untuk memaparkan bagaimana penerapan DRPPA di wilayah Desa agar dapat mewujudkan pengarus utamaan gender di tingkat pemerintahan terkecil yaitu Desa. Salah satu alasannya adalah karena Desa Pandansari (Kejobong) merupakan salah satu dari dua desa yang Telah lebih dulu di tunjuk sebagai desa percontohan DRPPA bersama dengan Desa Sempor Lor (Kaligondang).

Kegiatan tersebut di hadiri oleh Bupati Purbalingga, Kepala Bidang PPPA Provinsi Jawa Tengah, Kepala DINSOSDALDUKKBP3A Kab. Purbalingga, Kepala Dinpermasdes Kab. Purbalingga, seluruh Camat dan Kepala Desa Di Kabupaten Purbalingga.

Kegiatan Sosialisasi Pengembangan DRPPA ini bertujuan untuk menekan kasus kesenjangan gender, Pemerintah Kabupaten Purbalingga akan membentuk lebih banyak lagi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA). Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi dalam acara Sosialisasi Pengembangan DRPPA.

Bupati Purbalingga, Tiwi mengatakan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri P3A Republik Indonesia No. 70 tahun 2021, Kabupaten Purbalingga dan Kota Semarang dijadikan pilot project kabupaten ramah perempuan dan anak.

Tiwi berharap agar seluruh elemen mulai dari Pemkab hingga Pemdes untuk berkolaborasi menjalankan amanah tersebut.

“DRPPA adalah desa yang mana melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan pembangunan infrastrukturnya juga harus ramah anak,” ujarnya.

Selain Desa Pandansari (Kejobong) dan Sempor Lor (Kaligondang) yang telah dilaunching sebagai percontohan pada 18 Maret 2022, Tiwi berharap ada penambahan untuk DRPPA di Kabupaten Purbalingga.

Ia melanjutkan, di Purbalingga terdapat 35 Kepala Desa (Kades) perempuan yang diharapkan mulai melaksanakan program DRPPA ini.

Setelah menjabat sebagai bupati perempuan pertama di Purbalingga, Tiwi mengatakan pada tahun 2021 Kabupaten Purbalingga mendapat penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak dan Parahita Eka Praya dari Kementrian P3A. Ia berharap bisa mempertahankan penghargaan tersebut dengan adanya program DRPPA.

“Saya nderek titip ini untuk disukseskan. Mudah-mudahan ikhtiar kita bisa membawa kemajuan untuk desa dan Kabupaten Purbalingga,” pungkasnya.

Categories:

Tags:

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *