Di Desa Pandansari Terdapat 1 ( satu ) Sekretariat ) TP-PKK Desa dan kelompok Dasa Wisma 57 Kelompok. Dan jumlah kader umum 26 orang , kader khusus 22 orang.

Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Desa Pandansari, maka susunan kepengurusan TP.PKK Desa Pandansari adalah sebagai berikut :

KETUA                                  :  SRI MULYATI

WAKIL KETUA                    :  SUDARNI

SEKRETARIS  I                    :  WASTUTI

SEKRETARIS II                   :  SAMINEM

SEKRETARIS III                  :  DEMI SUMARTI

BENDAHARA I                    :  ANNISAH

BENDAHARA II                  :  ELY INDRIASTUTI

POKJA I

KETUA                                  : MUHIMATUL ISTIKOMAH

SEKRETARIS                       : DARIYASIH

ANGGOTA                            : SUSMIYATI

ANGGOTA                            : SAENI

POKJA II

KETUA                                  : TEMIYARSIH

SEKRETARIS                       : SUHARYANI

ANGGOTA                            : RINA ASRINI

ANGGOTA                            : LINA ARIANTIKA

POKJA  III

KETUA                                  : RASIDAH

SEKRETARIS                       : KHATIMAH

ANGGOTA                            : KHOMINAH

ANGGOTA                            : LAELA PRATIWI

POKJA IV

KETUA                                  : NGAENAH

SEKRETARIS                       : MILYATI

ANGGOTA                            : MISEM

ANGGOTA                            : SUPARNI

VISI

Terwujudnya Keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri , berkesetaraan dan berkeadilan gender serta  kesadaran hukum dan kesadaran lingkungan.

MISI

Misi Gerakan PKK yaitu memberdayakan masyarakat dan menciptakan kondisi untuk meningkatkan SDM masyarakat sehingga mampu membangun dirinya berdasarkan potensi, kebutuhan aspirasi dan kewenangan yang ada.

  1. Meningkatnya mental sepiritual, menghayati dan mengamalkan Panca Sila dan Undang – Undang  Dasar 1945, menegakkan  pelaksanaan  Hak  Azazi   Manusia  ( HAM ) Demokrasi, Kesetiakawanan Sosial dan gotong royong;
  2. Meningkatnya Pendidikan dan Ketrampilan keluarga, dalam upaya turut mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatnya pendapatan keluarga
  3. Meningkatnya kualitas dan kwatintas pangan keluarga, dengan Pemanfaatan Tanah Pekarangan ( PTP ) ;
  4. Meningkatnya derajat kesehatan, kelestarian lingkungan hidup, membiasakan hidup berencana dan menabung ;
  5. Meningkatnya pengelolaan gerakan PKK baik kegiatan pengorganisasian maupun program-programnya yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat.

MOTTO TP.PKK DESA PANDANSARI

Tiada hari tanpa Inovasi (Motto Ketua)
Tiada kegiatan tanpa Koordinasi (Motto Sekretaris 1)
Tiada kegiatan tanpa Perencanaan (Motto Sekretaris 2)
Tiada kegiatan tanpa Keikhlasan (Motto Bendahara 1 dan  2)
Tiada Hidup tanpa Kerukunan (Motto Pokja I)
Tiada Kegiatan tanpa Ketrampilan (Motto Pokja II)
Tiada Pekarangan tanpa Tanaman (Motto Pokja III)
Tiada Hidup tanpa Kesehatan (Motto Pokja IV)

TUJUAN

Tujuan dilakukannya  Kegiatan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga  adalah:

  • Meningkatkan kinerja Kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga dalam pembangunan.
  • Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga dalam mengelola dan memanfaatkan sumberdaya lokal untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan beserta keluarganya.
  • Meningkatkan pemberdayaan dan penguatan lembaga PKK sebagai lembaga kemasyarakatan Desa dan Kelurahan yang produktif, kreatif, dan responsif.
  • Memberdayakan lembaga PKK agar mampu mengembangkan inovasi-inovasi dalam mendorong masyarakat yang menjadi binaannya secara partisipatoris, yang pendekatan metodenya berorientasi pada kebutuhan kelompok masyarakat sasaran.
  • Memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan menuju terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri.

Tugas dan fungsi Tim Penggerak PKK Desa Pandansari adalah sebagai berikut :

  • Menyusun rencana kerja/program kerja
  • Melaksanakan kegiatan sesuai dengan program kerja yang telah disusun
  • Menggerakkan kelompok Dasa Wisma agar program kerja dapat terlaksana di masing – masing Dasa Wisma dalam rangka meningkatkan kesejahteraan keluarga
  • Melaksanakan kegiatan penyuluhan yang mencakup kegiatan bimbingan, motivasi, memberikan petunjuk dan sebagainya dalam upaya mencapai kesejahteraan keluarga
  • Berpartisipasi dalam pelaksanaan program sektoral mengenai kesejahteraan keluarga di Desa Pandansari
  • Melaksanakan tertib Administrasi
  • Membuat pertanggung jawaban keuangan tentang dana – dana yang dikelola dalam pelaksanaan program pembangunan di Desa Pandansari khususnya yang ditangani oleh PKK
  • Mengadakan konsultasi dengan Pembina setempat, tokoh masyarakat dan Tim Penggerak Kecamatan, Kabupaten maupun Propinsi.

Tugas dan fungsi Kelompok Dasa Wisma adalah sebagai berikut :

1.  Mencatat segala kegiatan yang ada di masyarakat/KK sesuai dengan buku

2.  Mencatat Ibu Hamil, Kelahiran, Kematian, dan Ibu Nifas

3.  Memberikan penyuluhan kepada KK Binaanya tentang pelaksanaan 10 Program Pokok PKK

4.  Menggerakkan warga binaannya sesuai dengan kebutuhan

5.  Melaporkan hasilnya kepada TP.PKK Desa.

Strategi PKK dalam upaya menjangkau sebanyak mungkin keluarga, dilaksanakan melalui “Kelompok Dasa wisma”, yaitu kelompok 10 – 20 KK yang berdekatan. Ketua Kelompok Dasawisma dipilih dari dan oleh anggota kelompok. Ketua Kelompok Dasa wisma membina 10 rumah dan mempunyai tugas menyuluh, menggerakkan dan mencatat kondisi keluarga yang ada dalam kelompoknya, seperti adanya ibu hamil, ibu menyusui, balita, orang sakit, orang yang buta huruf dan sebagainya.Informasi dari semuanya ini harus disampaikan kepada Tim Penggerak PKK Desa.

Anggota Tim Penggerak PKK adalah para relawan, yang tidak menerima gaji, baik perempuan maupun laki-laki, yang menyediakan sebagian dari waktunya untuk PKK. Walaupun Sasaran PKK adalah keluarga, khususnya ibu rumah tangga, perempuan, sebagai sosok sentral dalam keluarga. Ia tidak hanya mengurus soal kehidupan rumahtangganya dan mengasuh anak saja. Banyak diantara ibu rumahtangga yang membantu suami disawah, bahkan berusaha menambah pendapatan keluarga dengan berjualan. Tim Penggerak PKK berperan sebagai motivator, fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak. Pembinaan tehnis kepada keluarga dan masyarakat dilaksanakan dalam kerjasama dengan unsur dinas instansi pemerintah terkait.

  1. Bidang Administrasi

Dalam melaksanakan kegiatan Tim Penggerak PKK Desa Pandansari Kecamatan Kejobong  mengacu  Buku Administrasi Sesuai Rakernas VII PKK Tahun 2010 sebagai berikut :

1.          Buku Anggota TP.PKK dan Kader PKK

2.          Buku Agenda Surat masuk dan Surat Keluar

3.          Buku Keuangan

4.          Buku Notulen

5.          Buku Inventaris

6.          Buku Kegiatan

Serta dilengkapi dengan Buku-Buku Bantu  seperti ada buku pencatatan kegiatan lainnya diantaranya buku tamu, dan  buku catatan yang ada di masing-masing Pokja.

Melengkapi papan data, terdiri dari :

  • Papan data umum
  • Papan data Pokja I s/d Pokja IV
  • Susunan Kepengurusan
  • Data pengunjung Posyandu
  • Peta UP2K-PKK

Kelengkapan atribut yang ada pada sekretariat TP PKK Desa Panjampang Bahagia antara lain berupa:

a. Papan Nama TP PKK,

b. Stempel,,

f. Plakat,

g. Baju seragam

Dalam melaksanakan kegiatan 10 Program Pokok PKK senantiasa menggunakan Dana Bantuan yang di peroleh sebagai  berikut :

–        APBDes Pandansari

–        Ketua TP. PKK Desa Pandansari

–        Kas TP.PKK Desa Pandansari

Dukungan kebijakan operasional dalam menunjang kegiatan adminitrasi PKK

a. Penyediaan ruangan untuk sekretariat TP PKK, beserta peralatan maubeler.

b. Penyediaan tenaga kesekretaritan PKK.

c. Pinjam pakai peralatan komputer untuk kegiatan  PKK.

BAB II

PROGRAM DAN KEGIATAN

2.1. PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN

 A. Kegiatan Umum

Prinsip-prinsip dasar yang menjadi pegangan Gerakan PKK, antara lain:

a.     Gerakan masyarakat yang tumbuh dari bawah dan menampung aspirasi masyarakat.

b.     Adanya 10 Program Pokok PKK.

c.     Pelaksanaan 10 Program Pokok PKK bersinergi dengan program sektoral.

d.     Kenggotaan TP PKK dan Kader PKK bersifat relawan.

Hasil kegiatan PKK selama periode sebelumnya  menunjukkan perlunya peningkatan sistem komunikasi dan informasi antara lain sosialisasi, fasilitasi, publikasi dan peningkatan kemitraan dengan lembaga-lembaga pemerintah,  swasta serta lembaga/ organisasi kemasyarakatan lainnya.

Untuk lebih meningkatnya pencapaian keberhasilan pelaksanaan kegiatan 10 program pokok PKK, perlu disusun Rencana Kerja  sebagai pedoman dalam pelaksanaannya.

Dalam kurun waktu enam tahun 2013-2019 TP PKK akan dapat:

1).    Tersosialisasinya program-program PKK tahun 2016 – 2021

2).    Meningkatnya efektifitas, efisiensi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan kegiatan 10 Program  Pokok PKK secara merata di semua jenjang

3).    Meningkatnya cakupan hasil pelaksanaan 10 program Pokok PKK

4).    Meningkatnya inovasi program – program PKK di semua jenjang

5).   Tercapainya keberhasilan program PKK merupakan salah satu barometer suksesnya pembangunan

6).   Terwujudnya profesionalisme dan leadership bagi anggota TP PKK dan kader kadernya.

B. Kegiatan  Administrasi Bidang Kesekretariatan

a.  Melaksanakan kegiatan rutin sekretaris antara lain menyusun program kerja tahunan yang mencakup kegiatan-kegiatan Pokja I s/d IV termasuk kegiatan Bendahara.

b. Pencatatan administrasi kesekretariatan dan administrasi keuangan, administrasi surat masuk dan keluar, pelaporan dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan administrasi kegiatan sekretaris maupun Pokja-Pokja.

c. Melaksanakan pertemuan rutin PKK dalam setiap bulannya seluruh kegiatannya terangkum dalam notulen dan buku kegiatan

d.  Monitoring kegiatan Posyandu, BKB, Posbindu (lansia) bekerjasama dengan Pokja IV.

e.  Menghadiri dan membina (monitoring) kelompok Dasa Wisma.

f.  Membantu jalannya perkembangan kegiatan UP2K PKK bekerjasama dengan Pokja II.

i. Monitoring perkembangan kegiatan PAUD untuk mengetahui perkembangan kegiatan PAUD.

k.  Melaksanakan kegiatan kerja bakti di wilayah Dasawisma masing-masing.

2.2. PENERAPAN 10 PROGRAM POKOK PKK

Pelaksanaan program dan kegiatan PKK secara terpadu dilaksanakan oleh Pokja-pokja dengan berpedoman pada 10 Program Pokok PKK.

  1. PROGRAM POKJA I

Pokja I mengelola program Penghayatan dan Pengamalan Pancasila  dan Program Gotong Royong. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran keluarga dalam bermasyarakat berbangsa dan bernegara perlu memahami hak dan kewajibannya sebagai warga Negara dengan sosialisasi melalui penyuluhan, pelatihan dan simulasi terpadu.

Program ini sesuai dengan kebutuhan gender dapat dikategorikan menjadi kebutuhan praktis dimana  harus segera dilaksanakan karena sifatnya mendesak, selain itu dapat juga dikategorikan menjadi kebutuhan gender strategis karena program ini bisa berdampak untuk jangka panjang, misalnya Pola Asuh Anak dan KADARKUM. Program ini sesuai dengan pendekatan kebijakan dalam bidang penguatan.

  1. Tugas

1).    Memantapkan kerukunan dan toleransi antar umat beragama, saling menghormati dan menghargai dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2).    Meningkatkan ketahanan keluarga dalam rangka mewujudkan kesadaran setiap warga tentang  Penghayatan dan Pengamalan Pancasila melalui Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN)

3).    Memantapan Pola Asuh Anak dan remaja dalam keluarga serta perlindungan anak melalui Lokakarya dan Ujicoba.

4).    Peningkatan pemahaman dan pengamalan perilaku budi pekerti dan sopan santun dalam keluarga dan lingkungan

5).    Meningkatkan pemahaman peraturan perundangan yang berkait dengan pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), pencegahan perdagangan orang (trafficking), peningkatan pemahaman penyalahgunaan narkoba melalui life skill dan parenting skill.

6).    Meningkatkan kesadaran hidup bergotong royong, kesetiakawanan sosial, keamanan lingkungan, Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) dan lain lainnya.

7).    Memberdayakan LANSIA dalam kegiatan yang produktif dan menjadi teladan  dalam keluarga dan lingkungannya.

  • Prioritas Program

1).    Penghayatan dan Pengamalan Pancasila

Menumbuhkan ketahanan keluarga melalui kesadaran bermasyarakat, berbangsa dan bernegara perlu dilaksanakan pemahaman secara terpadu :

a).     Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN):

PKBN mencakup 5 (lima) unsur:

(1)    Kecintaan tanah air,

(2)    Kesadaran berbangsa dan bernegara,

(3)    Keyakinan atas kebenaran Pancasila,

(4)    Kerelaan berkorban untuk Bangsa dan Negara serta

(5)    Memiliki kemampuan awal bela Negara.

b).     Kesadaran Hukum (KADARKUM)

KADARKUM adalah upaya untuk meningkatkan pemahaman tentang peraturan perundang-undangan diprioritaskan di PKK untuk pencegahan PKDRT, Trafficking, Perlindungan Anak, NARKOBA Dan lain-lain.

c).     Pola Asuh Anak dan Remaja

Pola Asuh anak dan remaja adalah upaya untuk menumbuhkan dan membangun perilaku, budi pekerti, sopan santun didalam keluarga sesuai budaya bangsa.

d).     Pemahaman dan Ketrampilan Hidup (Life Skill And Parenting Skill)

Pemahaman dan ketrampilan hidup adalah upaya menumbuhkan kesadaran orang tua dalam upaya pencegahan penyalahgunaan Narkoba.

e).    Pemahaman tertib administrasi dalam rangka meningkatkan dan mewujudkan tertib administrasi kependudukan di keluarga.

2).    Gotong Royong

Dalam pelaksanaan kegiatan gotong royong bertujuan untuk membangun kerjasama yang baik antar keluarga, warga, dan kelompok dalam rangka mewujudkan semangat persatuan dan kesatuan. Program ini sesuai dengan kebutuhan gender yang bersifat praktis karena dengan adanya program gotong-royong ini, masyarakat dapat mempererat tali persaudaraan antara warga.

Kegiatan gotong royong dilaksanakan dengan membangun kerjasama yang baik antar sesama: keluarga, warga dan kelompok untuk mewujudkan semangat persatuan dan kesatuan.

a).    Menumbuhkan kesadaran, kesetiakawanan sosial, bertenggang rasa dan kebersamaan serta saling menghormati antar umat beragama

b).    Memberdayakan LANSIA agar dapat menjaga kesehatan fisik dan mental, kebugaran, keterampilan agar dapat melaksanakan kegiatan secara produktif dan menjadi teladan bagi keluarga dan lingkungannya.

c).    Berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan bakti sosial, kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD).

  • PROGRAM POKJA II

Pokja II mengelola Program Pendidikan dan Ketrampilan dan Pengembangan Kehidupan Berkoperasi.

  1. Tugas

1).     Meningkatkan pendidikan dan ketrampilan dalam keluarga, peningkatan jenis dan mutu kader, peningkatan pengetahuan TP PKK dan kelompok-kelompok PKK dan Dasawisma melalui penyuluhan, orientasi dan pelatihan.

2).     Melaksanakan dan mengembangkan kegiatan program Bina Keluarga Balita (BKB).

3).     Memantapkan Kelompok Belajar (Kejar) Paket A dan B dan C

4).    Meningkatkan pengetahuan dan menumbuhkan kesadaran dalam keluarga tentang pentingnya pendidikan anak sejak usia dini (0-6) tahun agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan usianya.

5).  Membantu program Keaksaraan Fungsional (KF) dalam rangka meningkatkan pendidikan keluarga.

6).    Meningkatkan kelompok dan kualitas Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK.

7).    Memotivasi keluarga tentang manfaat koperasi sebagai salah satu upaya perbaikan ekonomi keluarga dan mendorong terbentuknya koperasi yang dikelola oleh PKK.

8).    Identifikasi kebutuhan pelatihan.

9).    Menyusun modul-modul pelatihan.

10).  Berparitisipasi dalam Forum PAUD bekerjasama dengan Pokja IV yang difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan Nasional.

11).  Meningkatkan pengetahuan masyarakt tentang pentingnya pendidikan dasar untuk semua sesuai dengan tujuan MGDs yaitu agar setiap anak laki-laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan pendidikan dasar.

b.      Prioritas Program

 1).    Pendidikan dan Ketrampilan

Program ini difokuskan kepada peranan majemuk perempuan dalam bidang produktivitas, karena dengan adanya pendidikan dan keterampilan akan menghasilkan kader-kader atau bibit manusia yang baik untuk masa depan. Selain itu, program inipun membuat kesadaran akan pendidikan semakin meningkat.

  1. Meningkatkan kemampuan yang berkaitan dengan pengetahuan, kesadaran dan ketrampilan keluarga yang mempunyai anak balita mengenai tumbuh kembang anak balita secara optimal.
  2.  Menyusun modul pelatihan BKB bagi TP PKK dan mengadakan pelatihan BKB
  3. Meningkatkan mutu dan jumlah pelatih PKK dengan mengadakan pelatihan pelatih/ Training of Trainer (TOT).
  4. Meningkatkan pengetahuan TP PKK dalam kegiatan Pos PAUD melalui kegiatan PAUD yang diintegrasikan dengan BKB dan Posyandu dengan pertemuan mitra PAUD bekerja sama dengan Pokja IV.
  5. Meningkatkan ketrampilan kecakapan hidup (LIFE SKILL) perempuan maupun laki laki sehingga mampu berusaha secara bersama atau mandiri untuk memperkuat kehidupan diri dan keluarganya.
  6. Mengadakan monitoring dan evaluasi kegiatan Pos PAUD di TP PKK Desa untuk mengetahui sejauh mana pengintegrasian PAUD, BKB dan Posyandu
  7. Meningkatkan kejar Paket A, B dan C melalui pelatihan Tutor Kejar Paket A, B dan C bekerja sama dengan instansi terkait.
  8. Meningkatkan dan menyuluh keluarga tentang Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun (WAJAR DIKDAS 9 tahun)
  9. Meningkatkan pendidikan dan ketrampilan keluarga serta pengembangan Keaksaraan Fungsional (KF) dengan pendampingan melalui penyuluhan, orientasi dan pelatihan.
  10. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan baca tulis, serta membudayakan minat baca masyarakat melalui Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan Sudut Baca bekerja sama dengan instansi terkait.
  11. Meningkatkan pelaksanaan kerjasama dengan mitra sebagai pendamping, yaitu lintas sektoral dan lintas kelembagaan.

            2).    Pengembangan Kehidupan Berkoperasi

Pada program ini, peranan majemuk perempuan lebih terfokus pada produktivitas, karena dengan adanya pengembangan hidup dalam berkoperasi bisa menjadi tambahan penghasilan bagi keluarga rumah tangga. Kebutuhan gender praktis yang ada dihasiljan dari tambahan penghasilan melalui Simpanan Hasil Usaha (SHU) sebagai tambahan penghasilan keluarga.

a)     Melaksanakan evaluasi UP2K-PKK dan mengadakan lomba UP2K untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan kegiatan UP2K-PKK  dan mengetahuai keberhasilannya.

b)     Mengadakan pelatihan UP2K-PKK dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang program UP2K-PKK agar TP PKK Desa mempunyai tenaga terampil dalam pengembangan program UP2K-PKK

c)     Mendata ulang jumlah kelompok-kelompok UP2K-PKK

d)     Mengatatasi cara pemecahan masalah mengenai permodalan untuk kegiatan UP2K PKK melalui APBD, Lembaga Keuangan Mikro yang ada, baik yang bersifat bank seperti BRI Unit Desa, Bank Perkreditan Rakyat, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan, Alokasi Dana Desa (ADD) dan lain lain.

e)     Mengupayakan pemasaran UP2K PKK melalui pasar, warung, ikut pada pameran, bazar baik lokal maupun nasional dan menjalin kemitraan.

f)     Memotifasi keluarga agar mau menjadi anggota koperasi untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

g)     Mendorong terbentuknya koperasi yang berbadan hukum yang dikelola oleh TP PKK

Dalam pelaksanaa prioritas program disesuaikan dengan kemampuan daerah dan menjalin kemitraan dengan instansi terkait.

  • PROGRAM POKJA III

Pokja III mengelola program Pangan, Sandang, Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga

a.      Tugas

1).    Mengupayakan ketahanan keluarga dibidang pangan sesuai dengan UU No. 7 Tahun 1996 tentang Pangan.

2).    Meningkatkan penganekaragaman tanaman pangan dalam upaya peningkatan gizi keluarga menuju keluarga yang berkualitas.

3).    Menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi makanan yang Beragam, Bergizi, Berimbang (3B), yang aman dan berbasis sumber daya lokal.

4).    Mengusahakan pemanfaatan lahan baik darat maupun air, minimal untuk pemenuhan kebutuhan pangan keluarga.

5).    Berperan dan membantu dalam program Cadangan Pangan Masyarakat.

6).    Memantapkan Gerakan Halaman, Asri, Teratur, Indah dan Nyaman (HATINYA PKK).

7).    Memanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam upaya meringankan beban kerja sehingga hasilnya lebih efektif dan efisien.

8).    Membudayakan “Aku Cinta Makanan Indonesia” dan “Aku Cinta Produksi Indonesia” sehingga menumbuhkan rasa bangga.

9).    Mensosialisasikan pola pangan  3B untuk  keluarga khususnya bagi balita dan lansia.

10).  Meningkatkan penggunaan bahan sandang dalam negeri  serta mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas produksi dan pemasarannya.

11).  Mengembangkan kreatifitas Usaha Kecil Mikro (UKM) dengan berbagai produk busana, cinderamatakhas daerah untuk menunjang pariwisata.

12).  Mendorong terciptanya lapangan/kesempatan kerja di bidang jasa, sandang, pangan dan perumahan.

13).  Memasyarakatkan rumah sehat dan layak huni sebagai upaya terwujudnya kualitas hidup keluarga.

14).  Memantapkan pemahaman tentang fungsi rumah sebagai tempat tumbuh kembang keluarga harmonis.

15).  Meningkatkan jalinan kerjasama dengan institusi terkait.

16).  Melaksanakan PMT- AS terkoordinasi dan terpadu.

17).  Sosialisasi program nasional Aku Cinta Makanan Indonesia (ACMI) dalam rangka mencerdaskan bangsa.

18).  Melaksanakan Program Nasional Gerakan Perempuan, Tanam, Tebar dan Pelihara Pohon untuk mengantisipasi akibat perubahan iklim yang berdampak pada ketahanan pangan keluarga.

19).  Menjaga kelestarian hutan.

b.      Prioritas Program

             1).    Pangan    

Program ini difokuskan pada peranan majemuk perempuan dalam bidang produksi dan kemasyarakatan. Dengan adanya program pangan ini maka banyak warga yang dapat memproduksi makanan sendiri. Misalnya program TOGA (Tanaman Obat Keluarga) membuat warga memproduksi tanaman obat sendiri agar jika salah satu anggota ada yang sakit, bisa langsung diobati tanpa harus pergi ke rumah sakit. Program pangan bisa bersifat kemasyarakatan, misalnya pengadaan lomba masak secara berjenjang guna meningkatkan kreatifitas cipta makanan.

Pendekatan yang digunakan dalam program pangan ini adalah penguatan ekonomi dan anti kemiskinan. Warga yang ada di desa Batubulan kebanyakan memproduksi barang yang bisa di pasarkan sebagai tambahan untuk perekonomian keluarga mereka.

a).    Mewujudkan Ketahanan  Pangan Keluarga  melalui penganekaragaman pangan yang bergizi sesuai potensi daerah.

b).    Peningkatan pangan keluarga sehari-hari dengan mendorong terciptanya sikap dan perilaku masyarakat melalui  penganekaragaman makanan dengan menerapkan pola pangan 3B (beragam, bergizi, berimbang), sesuai potensi yang ada di Desa.

c).    Mewaspadai terjadinya keracunan pangan, mulai dari menanam, memilih, mengolah sampai terhidangnya makanan, menghindari bahan tambahan makanan yang berbahaya, antara lain :  zat pewarna, bahan pengawet, produk kedaluwarsa, dan penggunaan pestisida.

d).    Meminimalkan budaya / tradisi pangan yang merugikan kesehatan misalnya orang hamil / balita banyak pantangan makan.

e).    Mengoptimalkan HATINYA PKK dengan tananam pangan dan tanaman produktif/keras (bernilai ekonomis tinggi), minimal untuk memenuhi keperluan dan tabungan keluarga serta meningkatkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA).

f).     Mengembangkan industri pangan rumah tangga dan mengadakan penyuluhan, orientasi dan pelatihan untuk menunjang pemasaran.

h).     Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk menunjang usaha agrobisnis, hortikultura, tanaman buah, perikanan, peternakan dan lain-lain untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi dalam mencapai  taraf hidup dan kesejahteraan keluarga.

i).      Menyempurnakan dan sosialisasi buku Peran PKK Dalam Mendukung Gerakan Percepatan Keanekaragaman Konsumsi Pangan

             2).    Sandang

Program ini bertujuan untuk membudayakan perilaku berbusana sesuai dengan moral budaya Indonesia dan meningkatkan kesadaran masyarakat mencintai produksi dalam negri. Pendekatan yang digunakan dalam program sandang ini adalah produksi dan kemasyarakatan. Dikategorikan ke dalam produksi karena dapat meningkatkan produksi dalam negri (busana batik) yang kini sudah diakui oleh seluruh dunnia bahwa batik adalah produk asli Indonesia. Program ini memenuhi kebutuhan gender praktis karena dapat mempromosikan budaya jawa lewat busana batik dan memenuhi kebutuhan gender strategis karena dapat memupuk rasa persatuan dan kesatuan.

a).     Mengupayakan adanya hak paten untuk melindungi  hak cipta desain.

b).    Mengupayakan keikutsertaan dalam pameran dan lomba baik tingkat lokal, nasional dan internasional.

c).     Mengadakankerja sama dengan para disainer, pengusaha, industri sandang dan pariwisata.

d).     Membudayakan perilaku berbusana sesuai dengan moral budaya Indonesia dan meningkatkan kesadaran masyarakat mencintai produksi dalam negeri (Aku Cinta Produksi Indonesia)

3).    Perumahan dan Tata Laksana Rumahtangga

Dalam program perumahan dan tata laksana rumah tangga lebih cenderung pemfokusan peranan terhadap kemasyarakatan. Karena dengan adanya program ini, kebutuhan papan setiap warga akan terpenuhi, sehingga tidak ada lagi warga yang tidak memiliki rumah dan tempat tinggal

.

Program ini menggunakan pendekatan penguatan atau pemberdayaan karena dengan adanya program ini menjadikan kekuatan tersendiri bagi kehidupan rumha tangga. Selain itu, dengan kepemilikan rumah atau tempat tinggal merupakan suatu penentuan status individu dalam kehidupan dalam kehidupan social kemasyarakatan sekaligus sebagai anti kemiskinan.

a).     Menumbuh kembangkan kembali program Pemugaran Perumahan dan Lingkungan Desa Terpadu (P2LDT) melalui pemugaran rumah layak huni terutama keluarga miskin dan pengungsi dengan azas Tri Bina (bina usaha, bina manusia dan bina lingkungan), gotong royong  serta mengupayakan bantuan dari instansi/dinas terkait, bank, swasta dan masyarakat.

b).    Meningkatkan pemasyarakatan tentang perumahan sehat dan layak huni serta menumbuhkan kesadaran akan bahaya bertempat tinggal di daerah tegangan listrik tinggi, bantaran sungai, timbunan sampah, tepian jalan rel kereta api dan menumbuhkan kesadaran hukum tentang kepemilikan rumah dan tanah.

c).     Pemasyarakatan dan pemanfaatan TTG dalam rumahtangga, sarana dan prasarana perumahan serta hemat energi dan mencegah pemborosan.

d).    Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang tata laksana rumah tangga dalam mengharmoniskan dan membahagiakan kehidupan keluarga.

 4.      PROGRAM POKJA IV

Pokja IV mengelola Program Kesehatan, Kelestarian Lingkungan Hidup dan Perencanaan Sehat

a.      Tugas

1).    Meningkatkan pencapaian tujuan pembangunan millennium antara lain :

a).    Menghapus tingkat kemiskinan dan kelaparan (indikator antara lain : menurunkan prefalensi anak balita yang kurang gizi)

b).    Menurunkan angka kematian anak

c).    Meningkatkan kesehatan Ibu Hamil

d).    Memerangi penyebaran HIV/AIDS, Malaria dan penyakit menular lainnya

e).    Menjamin kelestarian lingkungan hidup

2).    Meningkatkan budaya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

3).    Mengembangkan dan membina pelaksanaan kegiatan POSYANDU

4).    Memonitor pelaksanaan Sistem Informasi Posyandu (SIP)

5).    Melaksanakan pencatatan Ibu hamil, melahirkan, nifas, ibu meninggal, kelahiran dan kematian bayi dan balita

6).    Tanam dan pelihara pohon dalam rangka mewujudkan kelestarian lingkungan.

7).    Mewujudkan keluarga kecil, bahagia, sejahtera dengan melaksanakan program KB agar tercapai generasi yang sehat, cerdas dan tangguh.

8).    Meningkatkan pengetahuan tentang budaya hidup hemat, membudayakan kebiasaan menabung dan melaksanakan  tatalaksana keuangan keluarga dalam rangka mendukung perencanaan sehat.

b.      Prioritas Program

               1).    Kesehatan

Kesehatan merupakan salah satu hal yang utama dalam kehidupan, maka dari itu sangat penting bagi setiap individu untuk menjaga kesehatan. Dalam program ini, akan memfokuskan peran wanita terhadap pemberdayaan, yaitu dengan tujuan memberdayakan keluarga dalam menunjang penurunan angka kematian ibu, angka kematian bayi, angka kematian balita, memperbaiki gizi bagi balita dan keluarga.

Focus peran wanita dalam program ini adalah dalam hal reproduksi yaitu asupan gizi dan kualitas ASI. Kualitas ASI yang semakin baik, maka akan membuat anak menjadi sehat pula. Program ini juga termasuk dalam kebutuhan gender praktis yaitu dengan cara mengoptimalkan pelatihan, penyegaran, dan pembinaan kader posyandu. Selain termasuk kebutuhan gender praktis, termasuk pula kedalam kebutuhan gender strategis. Karena kesehatan merupakan kebutuhan yang sangat penting sehingga harus selalu dijaga, maka masyarakat membuat posyandu.

Pendekatan yang digunakan dalam program ini adalah pendekatan keadilan karena memperhatikan kesehatan keluarga tanpa membedakan derajat dan status social keluarga lain. Contoh kegiatan dari program ini adalah Ambulance Desa, Posyandu, Imunisasi, dan lain-lain.

a).    Memantapkan Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) dalam upaya menurunkan prefalensi anak balita kurang gizi.

(1)    Gizi seimbang kepada ibu hamil (BUMIL), ibu menyusui (BUSUI), balita.

(2)    Kualitas gizi pada BUMIL yangKekurangan Energi Kronis (KEK) dengan mengukur Lingkar Lengan Atas (LILA)

(3)    Suplementasi zat gizi

(4)    Pemberian ASI eksklusif selama 6 (enam) bulan

(5)    Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI)

(6)    Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi Balita, Lansia di Posyandu.

b).    Penyediaan Makanan Tambahan bagi Anak Sekolah (PMT-AS);

Upaya penambahan kalori (Protein, Karbohidrat, Lemak, Vitamin, Mineral, Air) di sekolah.

c).    Menjadikan PHBS  sebagai kebiasaan hidup sehari-hari

(1)    Membudayakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), kebersihan pribadi.

(2)    Menggunting dan memelihara kebersihan kuku.

(3)    Lomba pelaksana terbaik PHBS setahun sekali

d).    Usaha Kesehatan Sekolah

e).    Membudayakan Lima Imunisasi Dasar Lengkap (LIL) dan rutin untuk menurunkan angka kematian anak dan ibu.

f).    Meningkatkan kesadaran Pasangan Usia Subur (PUS) tentang manfaat pemakaian alat kontrasepsi.

h).    Meningkatkan tanam dan pelihara pohon dalam upaya kelestarian lingkungan hidup, mengurangi dampak global warming (pemanasan global).

i).     Mendorong swadaya masyarakat dalam upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Balita (AKBAL) melalui antara lain :

(1)    Gerakan Sayang Ibu (GSI) dengan Program Perencanaan Persalian, Pencegahan dan Komplikasi (P4K).

(2)    Mensosialisasikan kesadaran donor darah di Desa dan Kelurahan.

(3)    Lima Imunisasi Dasar Lengkap dan Imunisasi Rutin

(4)    Pencatatan kelahiran dan kematian di kelompok-kelompok Dasawisma.

(5)    ‘Ambulans’ Desa.

j).     Pemahaman tertib administrasi dalam rangka meningkatkan dan mewujudkan tertib administrasi kependudukan di keluarga.

k).    Optimalisasi Posyandu.

               2).    Kelestarian Lingkungan Hidup

Program kelestarian lingkungan hidup termasuk dalam program kemasyarakatan, karena dengan adanya pelestarian lingkungan hidup maka warga telah ditanamkan kepedulian terhadap lingkungan hidup yang ada di sekitar pemukiman warga. Kebutuhan gender praktis lebih cenderung kepada kesehatan, karena kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi individu baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek.

a).    Lingkungan Bersih dan Sehat

(1)    Menanamkan kesadaran tentang kebersihan pengelolaan kamar mandi dan jamban keluarga, Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL)

(2)    Menanamkan kebiasaan memilah sampah organik dan non organik serta Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di tempat yang benar.

(3)    Mendaur ulang limbah

(4)    Mengadakan lomba/ Pelaksana Terbaik Lingkungan Bersih dan Sehat.

(5)    Peningkatan pengetahuan tentang pengadaan, pemakaian dan penghematan air bersih dan sehat dalam keluarga.

b).    Kelestarian Lingkungan Hidup

(1)    Pengembangan kualitas lingkungan dan pemukiman, kebersihan dan kesehatan, pada pemukiman yang padat, dalam rangka terwujudnya kota bersih dan sehat (Health Cities).

(2)    Pencegahan banjir dengan tidak menebang pohon sembarangan.

(3)    Program sejuta pohon sebagai paru-paru kota dan pencegahan polusi udara.

(4)    Pemanfaatan jamban dan air bersih dalam rangka mewujudkan Indonesia Sehat.

(5)    Memasyarakatkan biopori (lubang resapan) untuk mencegah genangan dan resapan air

                 3).    Perencanaan Sehat 

Program  terakhir dari 10 program PKK adalah perencanaan kesehaatan. Tujuan dari program ini adalah meningkatkan kegiatan dalam program perencanaan kesehatan reproduksi karena membantu ibu-ibu, para remaja, dan calon pengantin untuk menjaga kesehatan reproduksi.

Dengan adanya program ini diharapkan masyarakat dapat menjaga kesehatan keluarga. Kebutuhan gender praktis dalam program ini adalah menjaga kesehatan keluarga agar tidak terserang penyakit yang berbahaya. Kebutuhan gender strategis adalah dapat mengendalikan jumlah penduduk yang ada di desa Batubulan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan anti kemiskinan karena dengan adanya keluarga berencana maka dapat memperkirakan kebutuhan hidup kedepan. Contoh kegiatan dalam program ini adalah KB.

Meningkatkan kegiatan dalam program perencanaan sehat antara lain:

  1. Meningkatkan penyuluhan tentang  pentingnya pemahaman dan kesertaan dalam program keluarga berencana menuju keluarga berkualitas.
  2. Meningkatkan kemampuan perencanaan kehidupan keluarga sehari-hari dengan berorientasi pada masa depan dengan cara membiasakan menabung.
  3. Kegiatan Kesatuan Gerak PKK KB-KES dalam upaya meningkatkan cakupan hasil pelayanan KB-KES
  4. Meningkatkan penyuluhan kesehatan reproduksi bagi remaja dan calon pengantin.

Mengatur keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran keuangan keluarga.

PKK